Dibantai Leicester City, Pep Guardiola Pertanyakan Mentalitas Manchester City
Manajer Manchester City Pep Guardiola mengakui timnya “gugup” saat melawan Leicester City dan mempertanyakan mentalitas anak asuhnya selama kekalahan 5-2 pada Minggu (27/9) malam WIB tadi.
Di pertandingan semalam, tim asuhan Guardiola membuat awal yang sempurna dengan memimpin terlebih dahulu melalui gol spektakuler Riyad Mahrez di menit keempat, tetapi kolaps setelah penalti Jamie Vardy menyamakan skor sesaat sebelum turun minum.
Vardy membuat The Foxes berbalik unggul di menit ke-54 lewat penyelesaian yang rapi, sebelum menandai harinya dengan hat-trick melalui penalti empat menit kemudian.
Nathan Ake membalas satu gol untuk City tetapi gebrakan James Maddison dari luar kotak dan sepakan 12 pas Youri Tielemans memastikan kemenangan besar bagi The Foxes.
Ini adalah kali pertama tim yang diarsiteki Guardiola kebobolan lima gol dan pertama kalinya City kebobolan lima gol di kandang sendiri sejak 2003.
Berbicara setelah pertandingan, Guardiola menunjukkan rasa frustrasi atas taktik serangan balik Leicester, tetapi mengakui timnya seharusnya tampil lebih baik di kedua ujung lapangan.
“Mereka bertahan begitu dalam dan kurangnya menciptakan peluang membuat kami gugup,” kata Pep kepada laman resmi klub. “Mereka tidak ingin bermain, mereka hanya ingin melakukan serangan balik.
“Kami tahu bahwa Vardy lari dari jarak yang sangat jauh dan juga Anda harus mengendalikan [Harvey] Barnes. Tapi saat kami mulai gugup, kami pikir kami tidak bermain dengan baik.
“Kami tidak akan menciptakan sepuluh peluang. Kami harus tahu itu sulit. Bahkan saat kedudukan 5-2, Leicester berada di kotak 18 yard.
“Saya tidak akan menyerah, saya akan mencoba mencari solusi.
“Ya, tentu saja ini sulit, kami harus menerimanya, ini masih pertandingan kedua [di Liga Primer].”
Guardiola juga mempertanyakan mentalitas para pemainnya, yang seolah kehilangan kepercayaan diri setelah gagal menambah keunggulan awal mereka.
“Kami bermain selama 30 menit dengan sangat bagus – kami mencetak gol di menit keempat,” tambahnya kepada wartawan.
“Tapi kemudian kami mulai percaya bahwa kami tidak bermain bagus, padahal justru sebaliknya. Kami tidak cukup kuat untuk bermain stabil dan sabar.
“Kami mulai berpikir kami bermain buruk. Kami memberi tahu mereka di babak pertama bahwa mereka bermain bagus, cobalah bersabar dan sisanya akan ada di tanganmu.”
Menyusul kekalahan ini, City untuk sementara tertahan di urutan ke-13 dengan koleksi tiga poin dari dua pertandingan.